Sunday, February 26, 2012

Mock Up BlankOn 8 Rote

Waduh, ternyata setelah sekian lama ini blog sudah banyak sarang laba-laba. Mohon maaf kepada sobat pembaca sekalian, tiba-tiba mati suri dalam menulis blog. Okelah sekarang aku mau bertanya....

Siapa yang tahu blankon?
A: Saya!!!
Apa itu?
A: Tutup kepala beberapa suku bangsa di Indonesia

Betul, betul, nah sekarang pertanyaannya, siapa yang tahu BlankOn? Awas, jangan pada gak tahu ya.... BlankOn merupakan nama distro (distribusi) GNU/Linux yang dikembangkan oleh orang Indonesia, tidak asal merakit, BlankOn merupakan proyek seriusan yang bercita untuk membuat sistem operasi khas Indonesia. Yah, sudah banyaklah yang mengulas si BlankOn ini, sampai kemaren aku lihat di Kaskus ada thread tentang BlankOn yang dicaci gara-gara repost!!!

Jadi, gini ceritanya, semenjak versi 7 (CMIIW) BlankOn codename Pattimura sudah memiliki lumbung (repository mandiri), tidak lagi nyantol ama biangnya si Ubuntu. Di versi ini, BlankOn sudah jauh lebih ekslusif dengan kehadiran BlankOn Panel. Katanya si ini gabungan GTK2 ama GTK3, setelah aku oprek dalemannya, ternyata di folder /usr/share/themes/Ombilin ada folder gtk-3.0 nya, berkasnya CSS.

Nah lho, tiba-tiba dapet info mengejutkan bahwa untuk versi 8 codename Rote, BlankOn akan pindah root alias ganti induk ke Debian, alhasil mungkin akan menjadi adiknya Ubuntu, bukannya anak lagi. Senang sekaligus sedih. Senang karena distro kita ini semakin mandiri, otomatis membawa konsekuensi besar bagi pengembangnya untuk membuat paket-paket dengan struggle yang relatif lebih banyak. Sedih karena biasanya aplikasi untuk GNU/Linux biasanya sudah tersedia binary untuk Ubuntu, sampai ada kesan GNU/Linux itu Ubuntu, dan hanya Ubuntu GNU/Linux, sehingga besar kemungkinan aplikasi buat Ubuntu tidak cocok untuk BlankOn.

Sampai tulisan ini dimuat, BlankOn Rote sudah sampai pada jahitan 4, dan rencananya do'akan saja akan rilis pada bulan Juli 2012. Nah, usut punya usut, BlankOn Panel ternyata diganti namanya menjadi "Manokwari". Untuk melihat pratinjau, silahkan tonton saja di sini.

Kali ini aku mau sedikit berbagi mock up BlankOn Rote, terinspirasi Shell Unity dan Cinnamon UI. Walau hanya sebatas imajinasi, mudah-mudahan bisa terwujud sebagian, silahkan ditatap sahabat semua, semua karya dibuat dengan menggunakan pengolah vektor Inkscape, lisensi CC-BY-NC-SA


Mock Up BlankOn 8 Rote


Mock Up Nautilus BlankOn 8 Rote


Mock Up Exaile BlankOn 8 Rote


Mock Up Chromium 8 Rote






Saturday, December 17, 2011

Kejujuran yang Menyakitkan

Jujur saja, ada hal-hal tertentu yang sangat menyakitkan seorang aktivis FOSS :

1. Seminar FOSS selalu menggembor-gemborkan migrasi GNU/Linux yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan besar memigrasikan mesin SERVERnya, bukan DESKTOPnya (dalam banyak kasus)

2. Memasang aplikasi di GNU/Linux walaupun bisa dengan satu kali klik (misal di USC), tetap saja MEMBUTUHKAN koneksi Internet (walau ada DVD Repo [beberapa distro] dan apt-web/qdebdownloader [Ubuntu], tapi tetep saja relatif lebih mudah salin tempel installer *.exe)

3. Kurikulum pendidikan propietary PENYEBAB UTAMA sulitnya penetrasi GNU/Linux. (Kalau tidak, pertanyaaannya bukan "Apa itu Linux?", melainkan "Apa itu Windows")

4. Institusi yang sudah melakukan migrasi, MASIH saja menggunakan format dokumen tertutup (indikasi masih kurang berani melawan ketergantungan)

5. Memasang aplikasi non-FOSS dan codec multimedia adalah pertanyaan yang PALING SERING DILONTARKAN oleh pengguna GNU/Linux pemula.

6. Jarang sekali ada aplikasi PC Suite/Software Manajer yang disediakan vendor handphone/handheld untuk pengguna GNU/Linux;

7. Beli paket modem TIDAK BISA dengan wvdial;

8. Lebih mudah mempersuasi dengan Compiz (aplikasi yang sering bikin sombong, ;P) dan bebas virus (Windows) daripada isu-isu freedom pada FOSS.

9. Free LEBIH SERING diartikan gratis daripada kebebasan (walhasil ada yang minta gratis jasa penginstallan, support, dll)

*Bukan untuk menyebarkan pesimisme, hanya pembelajaran bagi kita untuk mencari siasat dan strategi lebih jitu dalam dakwah GNU/Linux. Kalau ada fakta menyakitkan lain, silahkan

Monday, May 16, 2011

Pengumuman Seleksi Tahap II Paramadina Fellowship 2011



Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh siswa-siswi pada Program Paramadina Fellowship (PF) 2011. Kami telah menerima 1074 pendaftar dari seluruh Indonesia, melalui proses seleksi yang selektif, akhirnya kami menentukan 244 kandidat yang berhasil mengikuti proses seleksi tahap ke II (interview).

Nama-nama 244 siswa-siswi yang akan mengikuti seleksi interview dapat di UNDUH

DI SINI

Bagi yang merasa kesulitan, bisa dilihat di sini:

Periode 30 Mei - 17 Juni 2011 (Via Phone) Sesuai Jadwal (To be confirmed sehari sebelumnya)

  1. Yuli Safarina - SMK N 1 Banjarmasin- Manajemen
  2. Karsono - SMA N 1 Batang hari - Desain Produk Industri
  3. Nurfaida Muhammad - SMA N 2 Tinggimoncong Donggala-Psikologi
  4. Dedi Mustapa-SMA N 1 Limboto-Hubungan Internasional
  5. Sabar - SMA N 2 Jambi-Teknik Informatika
  6. Randi Mulianda - MA Islamic Centre Kampar-Manajemen
  7. Rahmat Riandi Yusran - SMA N 3 Pariaman Padang - Ilmu Komunikasi
  8. Muh. Shaleh Amin - SMA N 2 Palu - Hubungan Internasional
  9. Denny - SMA N 1 Pontianak - Ilmu Komunikasi
  10. Ruwaida Zafira - SMA N 2 Sumbawa Besar - Hubungan Internasional
  11. Hafid Rezando - SMA N 3 Batusangkar Tanah Datar - Manajemen

Selasa, 31 Mei 2011, pukul 08.00, Oasis Hotel Jl. Tengku Imum Leung Bata No. 115 Banda Aceh, Ruangan : Seulawah Meeting Room Telp. 0651 - 636 999

  1. Israruddin-SMA Sukma Bangsa Bireuen Aceh-Ilmu Komunikasi Selasa
  2. Melly Masni - SMA Tunas Bangsa Aceh Barat Daya- Psikologi
  3. Yosa Lano Vastia - SMA Tunas Bangsa Aceh Barat Daya-Hubungan Internasional
  4. Amalya Amni SN - SMA N Unggul Aceh Selatan - Hubungan Internasional
  5. Diana Seprianti - SMA N Unggul Aceh Selatan-Psikologi
  6. Meyla Risilwa - SMA N Unggul Aceh Selatan-Psikologi
  7. Sabda Awal - SMA N Unggul Aceh Selatan- Manajemen
  8. Syahwil Saputra - MAN Unggul Tapaktuan Aceh Selatan - Psikologi Selasa
  9. Dara Tazqiatuddin - SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Aceh Utara - Psikologi
  10. Hasanuddin - SMA Ruhul Islam Aceh Utara - Manajemen Selasa
  11. Fadhli - SMA Ruhul Islam Lhokseumawe - Hubungan Internasional
  12. Muhammad Mizan Rosya - SMK N 3 Lhokseumawe - Desain Komunikasi Visual
  13. Mursyida - MAN Meulaboh I - Hubungan Internasional Selasa
  14. Naziratul Husna - SMA N 1 Meureudu Meureudu- Psikologil

Kamis, 2 Juni 2011, pukul 08.00, Garuda Plaza Hotel Jl.Sisingamangaraja No. 18 Medan Ruangan: Executive Room Telp. 061-7361111/1234

  1. Samudraman Harefa - SMA N Unggulan Sukma Nias Gunung Sitoli -Manajemen
  2. Fadilah Handayani - SMA N 1 Sei Lepan Langkat -Teknik Informatika
  3. Fauzan -SMA Raksana Medan - Manajemen Kamis
  4. Nanda Safira - SMA N 3 Medan - Hubungan Internasional
  5. Miftahul Jannah Pohan - SMA Swasta RA Kartini Medan -Psikologi
  6. Alex Johandi Sirait - SMA N 1 Tebing Tinggi Serdang Bedagai - Hubungan Internasional
  7. Ahmad Fakhry Sitepu - SMA N 3 Tebing Tinggi Serdang Bedagai - Desain Komunikasi Visual
  8. Abdi Distari Manullang - SMA N 1 Tebing Tinggi - Teknik Informatika
  9. M. Hasri Danu Saragih -SMK N 2 Tebing Tinggi - Teknik Informatika

Jumat, 10 Juni 2011, pukul 08.00, Hotel Grage Horizon Jl. Pantai Nala 142, Angkat Bawah, Bengkulu. Ruangan: (TBC)* 0736-22072

  1. Dara Syifa Sakinah - SMA N 2 Kota Bengkulu - Psikologi
  2. Mutia Sri Noviani - SMA N 2 Bukittinggi Bengkulu -Ps-ikologi
  3. Biru Nitis Anjanie - SMA N 5 Bengkulu - Hubungan Internasional
  4. Visya Septiana - SMA N 5 Bengkulu - Hubungan Internasional
  5. Zufita Sari - SMA N 2 Bengkulu - Ilmu Komunikasi
  6. Dimas Ramadhani - SMA N 2 Bengkulu-Teknik Informatika
  7. Widrian Saputra - SMA N 5 Bengkulu - Manajemen
  8. Nur Sayyidah Azzahra -SMA N 5 Bengkulu - Psikologi

Selasa, 31 Mei 2011, pukul 08.00, Hotel Sahid Palembang Jalan Jend. Sudirman Kav. 1111A Palembang Telp. 0711-371000

  1. Daniel Henri P. Manurung - SMA Plus N 2 Banyuasin II-Psikologi
  2. Dyan Rachmatullah -SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III - Desain Produk Industri
  3. Eko Putra - SMA N 2 Sekayu Banyuasin - Falsafah dan Agama
  4. Apri Zalica - SMA YADIKA Lubuk Linggau - Manajemen
  5. Eka Junita Fauziah - SMA YADIKA Lubuk Linggau - Manajemen
  6. Nurul Kurnia Putri - SMA YADIKA Lubuk Linggau -Manajemen
  7. Reza Fahrial - SMA YADIKA Lubuk Linggau -Hubungan Internasional
  8. Muhammad Abdurrahman Hidayatullah - SMA N 2 Sekayu Musi Banyuasin -Ilmu Komunikasi
  9. Yogi Prihasan -SMA N 1 Sungai Lilin Musi Banyuasin - Manajemen
  10. Ariat Ismail - SMA N 1 Prabumulih Ogan Ilir - Hubungan Internasional
  11. Hafiza Dhyantry Ramadhini - SMA N 2 Sekayu Palembang - Desain Komunikasi Visual
  12. Lestari Wevriandini - SMA N 2 Sekayu Palembang - Psikologi
  13. Putri Laila Komari - SMA N 2 Sekayu Palembang - Teknik Informatika
  14. Duwi Riyadi Putra - SMA N 2 Sekayu Palembang - Hubungan Internasional
  15. Triani Nurjanah - SMA N 2 Sekayu Palembang- Manajemen
  16. Yuni Paradita Djunaidi - SMA N 3 Unggulan Kayu Agung Palembang - Teknik Informatika
  17. Muhammad Alfatha Kurniadi - SMA N 1 Prabumulih -Hubungan Internasional
  18. Muhammad Dwi Aldhi -SMA N 1 Prabumulih -Hubungan Internasional
  19. Angga Nur Romadhona - SMA N 3 Prabumuli-h Hubungan Internasional

Selasa, 7 Juni 2011, pukul 08.00, Hotel Marcopolo Jl. Dr. Susilo No. 4 Bandar Lampung, Ruangan: Kenanga Room Telp. (0721) 262511, Fax. (0721) 254419

  1. Agung Prasetyo - MAN 1 Bandar Lampung - Falsafah dan Agama
  2. Ahmad Sobiyanto - SMA N 1 Candipuro Lampung Selatan -Teknik Informatika
  3. Fitrah Nuryadin - MAN Kedondong Pesawaran - Desain Produk Industri
  4. Anton Nuari - MAN Kedondong Pesawaran - Desain Produk Industri

Sabtu, 18 Juni 2011, Pukul 08.00 WIB, Universitas Paramadina Auditorium Nurcholish Madjid Jl. Gatot Subroto Kav. 97 Mampang, Jakarta Selatan 12790 Telp. 021 - 7918 1188

  1. Zahrina -SMA N 1 Tambun Selatan Bekasi - Hubungan Internasional
  2. Anggunia Fitri - SMA N 1 Bogor - Manajemen
  3. Wandha Dwi Utari Putri - SMA N 1 Bogor Bogor - Ilmu Komunikasi
  4. Nurul Hikmah - SMA Plus PGRI Cibinong Bogor -Teknik Informatika
  5. Mohammad Syukron Ramdhani - SMA Smart Ekselensia Bogor- Ilmu Komunikasi
  6. Fajar Rahadian -SMA Smart Ekselensia Bogor - Desain Komunikasi Visual
  7. Nia Octaviani - SMK Pelita Ciampea Bogor - Ilmu Komunikasi
  8. M. Abdullah Mujahid - SMA Smart Ekselensia Bogor - Manajemen
  9. Iqra Idzharul Haq - SMA Smart Ekselensia Bogor - Teknik Informatika
  10. Rizqiyah Ismaayanmar - SMA N 34 Jakarta - Ilmu Komunikasi
  11. Muhammad Sahrian Yovantra -MAN 4 Jakarta - Hubungan Internasional
  12. Dewi Setiawati - MAN 4 Jakarta -Teknik Informatika
  13. Hikmah Septia Rosa - SMA Darunnajah Jakarta Pusat - Hubungan Internasional
  14. Moch. Iwan Fawaid -SMA N 1 Babat Lamongan Jakarta Selatan -Falsafah dan Agama
  15. Detha Arya Swara Intifada - SMA N 1 Sumbawa Jakarta Selatan - Ilmu Komunikasi
  16. Ratna Mufidah - SMA N 40 Jakarta Jakarta Utara - Manajemen
  17. Ahmad Mukrim - SMK N 1 Rangkas Bitung Lebak, tangerang - Ilmu Komunikasi
  18. Azmi Millatina - MA Darul Arqam Tangerang -Teknik Informatika
  19. Deri Lesmana - SMK Islamic Village Tangerang - Falsafah dan Agama
  20. Rizky Faisal Akbarie -SMA Darul Ulum 2 BPPT RSBI Tangerang - Teknik Informatika
  21. Dinda Ananda Putri - MAN Surade Tangerang - Manajemen
  22. Eko Pujiyulianto - Ponpes Daar El Qolam Tangerang - Hubungan Internasional
  23. Niko Kusmayanti - SMA N 1 Situraja Tangerang - Ilmu Komunikasi
  24. Annisa Fitri -SMA N 3 Tangerang - Hubungan Internasional

Selasa, 7 Juni 2011, Pukul 08.00 WIB, Banana Inn Hotel, Jl. Setiabudhi No.191 Bandung Ruangan: (TBC)* Phone: +62 22 2005479 Fax: +62 22 2005489

  1. Amalia Ulfah Muyasari -MA Darul Arqam Putri Bandung - Psikologi
  2. Roby Purnawan - SMA N 8 Bandung -Hubungan Internasional
  3. Ruqi Antika -MA Al Ihsan Baleendah Bandung - Hubungan Internasional
  4. Maharani Eka Putri -MAS Darul Arqam Muhammadiyah Garut -Desain Produk Industri
  5. Hery Hendriyana - SMA N 2 Bandung - Manajemen
  6. Nisa Hudzaifah - MA Darul Arqam Bandung - Ilmu Komunikasi
  7. Luthfi Fachtur Rachman - SMA N 1 Cisarua - Ilmu Komunikasi
  8. Trisna Maulana - SMA N 1 Cisarua - Hubungan Internasional
  9. Dindin Najmudin - SMA Plus Darusalam Ciamis - Desain Komunikasi Visual
  10. Asep Iwan Setiawan -SMA N 1 Cisarua -Teknik Informatika
  11. Miftahuudin Rhomdoni - SMA N 1 Cisarua - Manajemen
  12. Bagus Mauludin - SMA N 1 Cisarua - Teknik Informatika
  13. Maman Nurjaman - SMK Miftahussalam Ciamis -Manajemen
  14. Nurul Asri Muyani - SMA N 2 Ciamis - Ilmu Komunikasi
  15. Nurul Aini Fattima - MAN Cijantung - Psikologi
  16. Kiki Nurhasanah -SMK N 1 Kawali Ciamis -Teknik Informatika
  17. Lubi Nurzaman - SMA Plus Darussalam Ciamis - Psikolog
  18. Nova Sugiar Pertiwi - MA Multeknik Asih Putera Cimahi - Manajemen
  19. Kanavino Ahmad Rizqo - MA Darul Arqom Garut -Hubungan Internasional
  20. Hasna Raniyah Mastur - MA Darul Arqam Putri Garut - Manajemen
  21. Abdul Ajis Zaenal Mustopa - SMA Ryan Sulaeman Garut - Hubungan Internasional
  22. Kenia Permata Sukma - SMA N 1 Garut -Hubungan Internasional
  23. Sanjaya - SMA N 1 Telagasari Karawang - Manajemen
  24. Avif Sunarya - MAN Babakan Ciwaringin Karawang - Falsafah dan Agama
  25. Ersha Nuranjarsari - SMA N 3 Kota Sukabumi - Manajemen Rabu
  26. Daryanto - SMA N 1 Cisarua - Hubungan Internasional
  27. Novia Marwah - MAN Ciwaringin - Manajemen
  28. Muhammad Iqbal Anshori Firdaus - MA Darussalam Subang - Manajemen
  29. Devi Shilvia - SMA N 1 Subang - Teknik Informatika
  30. Sobari - SMA N 1 Cisarua - Manajemen
  31. Dani Firmansyah Effendi - SMA N 3 Sukabumi - Desain Komunikasi Visual
  32. Resa Saridona - SMA N 1 Jampangkulon Sukabumi - Manajemen
  33. Lodang Kusumo Jati - SMA N 3 Sukabumi - Hubungan Internasional
  34. Refa Anandwika Budiman - SMA N 3 Sukabumi - Manajemen
  35. Arumdari Nurgianti -SMA N 1 Jampangkulon Sukabumi - Desain Komunikasi Visual
  36. Muhammad Nizar Abdul Basith - SMA N 3 Sukabumi - Teknik Informatika
  37. Dede Ilham Fitriana- SMA N 2 Tasikmalaya - Desain Komunikasi Visual
  38. Mochamad Purwanto - SMA N 5 Tasikmalaya -Manajemen
  39. AA Willy Nugraha - SMA Terpadu Riyadlul Ulum Tasikmalaya - Manajemen
  40. Nunik Aryani - SMA Taraju Tasikmalaya - Hubungan Internasional
  41. Supriatna - SMA N 1 Singaparna Tasikmalaya - Manajemen
  42. Wira Marpudin - SMA N 1 Cisarua - Desain Komunikasi Visual

Sabtu, 4 Juni 2011, Pukul 08.00 WIB, Hotel Bentani Cirebon, Jl. Siliwangi No. 69 Cirebon 45121 Ruangan: (TBC)* Phone. +62.231.203246 Fax. +62.231.207527

  1. Dadang Usnadi - SMA N Cirebon - Psikologi
  2. Risna Yulistiana - MAN 1 Cirebon - Desain Produk Industri
  3. Maritsa Nauva - MAN Model Ciwaringin Cirebon -Ilmu Komunikasi
  4. Nur Indah Dikriyanih - MA Ciwaringin Cirebon - Ilmu Komunikasi
  5. Atin Yakutin -MAN Cirebon 1 - Psikologi
  6. Ayu Fitria Isnaputri -SMA N 1 Sumber Cirebon -Psikologi
  7. Juwanda - SMA N 1 Gegesik Cirebon - Hubungan Internasional
  8. Endarastya Sarah - SMA N 2 Cirebon - Desain Komunikasi Visual
  9. Rosnita -SMK Wahidin Cirebon - Ilmu Komunikasi
  10. Abdussalam - SMA N 1 Palimanan - Desain Produk Industri
  11. Lathif Ahmad Fauzan - MA Cadang Pinggan Indramayu -Falsafah dan Agama
  12. Hasairi Arnas -MA Darussalam Indramayu - Hubungan Internasional
  13. Warudi -SMA N 1 Sukagumiwang Indramayu - Falsafah dan Agama
  14. Habib Rizqon Halala -SMK Ponpes Cadang Pinggan Indramayu -Teknik Informatika
  15. Amirudin -SMA N 1 Cisarua - Manajemen
  16. Hayati -SMA N 1 Sukagumiwang Indramayu - Psikologi
  17. Hadijah Melani Novitasari -SMK N 1 Indramayu - Manajemen
  18. Luqyana Assiddiqi -SMK AK "SMAKBO" Kuningan -Manajemen
  19. Krisnawati -SMA N 1 Palimanan Majalengka - Ilmu Komunikasi
  20. Dede Kurniawan -SMA N 1 Jatiwangi Majalengka - Desain Komunikasi Visual
  21. Maemuah - SMA N 1 Rajagaluh Majalengka - Manajemen
  22. Ani Nurwasilah - MA Alazhar Kota Banjar Majalengka - Hubungan Internasion

Selasa, 7 Juni 2011, Pukul 08.00 WIB, Hotel Ibis Semarang, Jl. Gajah Mada No. 172 Semarang Telp. 024 - 8317573

  1. Ade Irawan - SMA N 2 Brebes- Manajemen
  2. Alfatuhatuz Zulfah Zain- MAN Model Ciwaringin - Hubungan Internasional
  3. Mohamad Oto Alex Candra - SMK N 1 Brebes -Ilmu Komunikasi
  4. Hanifa Choirunisa -SMA N 1 Welahan Jepara- Ilmu Komunikasi
  5. Muhammad Shodikin - SMK N 3 Jepara - Manajemen
  6. Fina Azmiya - SMA N 1 Jepara - Hubungan Internasional
  7. Aris Nur Rochman - SMK N 1 Jepara - Teknik Informatika
  8. Agustin Anggriani -SMA N 1 Kudus- Hubungan Internasional
  9. Husnus Sholihah - MA NU Banat Kudus - Hubungan Internasional
  10. Edi Supriyanto -SMA N 1 Mejobo Pati -Teknik Informatika
  11. Burhanuddin Tryatmojo- MA Raudlatul Ulum Pati -Teknik Informatika
  12. Nur Farida Irmawati - SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto - Teknik Informatika
  13. Anggraeni Dwi Widhiasih- SMA N 1 Ungaran - Hubungan Internasional
  14. Meika Novarya Larasati - SMA N 1 Ungaran - Hubungan Internasional
  15. Mutiara Hikma Mahendradatta - SMA N 1 Semarang- Hubungan Internasional
  16. Siti Latifatul Fauziah - MA KHAS Tegal - Manajemen
  17. Dian Inabhimata -SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto - Desain Komunikasi Visual
  18. Muhammad Syihabuddin AlQudsiyy - SMA N 1 Temanggung- Psikologi Selasa

Rabu, 1 Juni 2011, Pukul 10.00 WIB, Hotel Inna Garuda, Jl. Malioboro 60 Yogyakart, ruangan : (TBC) Telp. 0274-566322

  1. Chomsiyah - SMA N 1 Salem - Desain Komunikasi Visual
  2. Bastian Hidayat - SMA N 1 Cawas Klaten - Hubungan Internasional
  3. Zakia Nurus Syifa' - SMA N 1 Kebumen Kebumen Hubungan Internasional
  4. Pipit Suratin Nur Cahyati - SMK Muhammadiyah Sempor - Psikologi
  5. Umairoh Azzahro - SMA Muhammadiyah Gombong - Teknik Informatika
  6. Sosiana Dwi Ningsih - SMA N 1 Purbalingga - Desain Komunikasi Visual
  7. Herawan Dwika Purba - SMA N 1 Purbalingga - Ilmu Komunikasi
  8. Alif Januar Aditama - SMK N 2 Purwokerto Purwokerto- Desain Produk Industri

Kamis, 16 Juni 2011, Pukul 08.00 WIB, Surabaya Plaza Hotel, Plaza Boulevard, Jalan Pemuda 31-37 Surabaya, Ruangan: (TBC)* Tlp.62-31-5316833 Fax.62-31-5316393

  1. Imam Mucholis -MAS As-Salam Jambewangi Blitar - Desain Produk Industri
  2. Achmad Baihaqi -SMA N 1 Blitar-Manajemen
  3. Gede Dhana Saputra -SMA N 1 Blitar - Ilmu Komunikasi
  4. Emharis Gigih Pratama - MA Amanatul Ummah Bojonegoro -Hubungan Internasional
  5. Alfin Nur Fitri Yani - SMK N 4 Bojonegoro - Hubungan Internasional
  6. Susan Eka Septyarini -SMA N 2 Jember- Ilmu Komunikasi
  7. Agus Moh. Sholahuddin- MA Muallimin Mu'allimat Jombang- Falsafah dan Agama
  8. M.Harun Ar Rosyid - MA Al Hikmah Jombang - Falsafah dan Agama
  9. Dzurissa Desy Anggraeni - SMA N 1 Pare Kedir-i Ilmu Komunikasi
  10. Ummu Fauziyah Dwi Arizka- SMK NU 2 Paciran Lamongan - Teknik Informatika
  11. Syahroni -SMK AKN Marzuqi Lamongan - Teknik Informatika
  12. Muhammad Fakhruddin- MA Salafiyah Lamongan- Ilmu Komunikasi
  13. Irma Nur Malia -MAN 2 Madiun - Teknik Informatika
  14. Leni Novita Sari - SMK N 1 Magetan - Teknik Informatika
  15. Fatima Nurul Alissa- SMA N 2 Malang - Psikologi
  16. Siti Mudrika -SMK N 4 Malang - Desain Produk Industri
  17. Kusuma Pandu Wijaya- SMK N 4 Malang-Desain Komunikasi Visual
  18. Rizka Susanti Wulandari - SMK N 04 Malang - Falsafah dan Agama
  19. Oktavia Dwi Lestari - SMK N 4 Malang -Manajemen
  20. Zuhriyatun Nisa' -SMA N 1 Trawas Mojokerto- Psikologi
  21. Akhmad Faruq Alhikami -MAN Mojokerto - Teknik Informatika
  22. Hanif Himaya -SMA N 6 Madiun - Manajemen
  23. Siti Nurul Latifah -MAN N 1 Surakarta - Ilmu Komunikasi
  24. Ikhsani Retnoningtyas - SMA N 1 Ngawi - Hubungan Internasional
  25. Taufiqur Rahman - SMA N 1 Waru Pamekasan- Psikologi
  26. Novita Elisa Fahmi - SMA N 3 Malang - Desain Komunikasi Visual
  27. Arif Purnomo - SMA N 1 Krembung Sidoarjo- Ilmu Komunikasi
  28. Firmansyah Shidiq Wardhana- SMA N 1 Krian Sidoarjo- Hubungan Internasional
  29. Fendi Ferdamansyah Pratama - SMA N 1 Krian Sidoarjo Hubungan Internasional
  30. Arifatul Ronansyah - SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo -Teknik Informatika
  31. Weka Puspita Akbar- SMA N 1 Sidoarjo -Hubungan Internasional
  32. M. Ahsan Ridhoi - MBI Ammanatul Ummah Sidoarjo -Hubungan Internasional
  33. Ade Femia Pristyadi - SMA N 1 Sidoarjo - Psikologi
  34. Muhammad Rasyidi - MA Tahfidh Am Muqayah Sumenep- Falsafah dan Agama
  35. Moh. Soivi- MA Al Ma'arif Plus Sumenep- Falsafah dan Agama
  36. Farah Dina Fithriyyah - SMA Khadijah Surabaya - Hubungan Internasional
  37. Hadiqun Nuha - SMA Islam Sunan Gunung Jati Trenggalek - Falsafah dan Agama
  38. Nabila Silmina Hakim - MAN 3 Malang - Hubungan Internasional
  39. Khilman Rofi Azmi - SMA N 1 Kedungwaru Tulung Agung - Psikologi Kamis

Selasa, 14 Juni 2011, Pukul 08.00 WITA, Hotel Singgasana, Jl. Kajaolaliddo No. 16 Makassar 90013, Ruangan: (TBC)* T : (+62) 411 3627 051 ) F : (+62) 411 3621 821

  1. Andi Wardiman- SMA N 1 Bulukumba - Teknik Informatika
  2. Irwandi Sunet - SMA Karya Sahari Bulukumba - Desain Produk Industri
  3. Muh. Fuad Alpathana Nasution -SMA N 1 Bulukumba - Psikologi
  4. Aridha Meitya Arifin - SMA N 1 Bulukumba -Teknik Informatika
  5. A. Ahmad Iswar Ibrahim - SMA N 2 Bulukumba -Hubungan Internasional
  6. Aulya Kartini DgKarra - SMA N 2 Bulukumba - Desain Produk Industri
  7. Nasrul - SMA N 2 Bulukumba - Teknik Informatika
  8. Muhammad Darwis- SMK N 1 Bulukumba - Teknik Informatika
  9. Andi Massoeang Abdillah - SMA N 1 Bulukumba - Psikologi
  10. Risma Ariyani - SMA N 2 Bulukumba - Manajemen
  11. Try Juandha -SMA N 2 Bulukumba - Hubungan Internasional
  12. Mega Mutia Ridwan - SMA N 1 Bulukumba -Psikologi
  13. Nova Anrina- SMA N 2 Bulukumba - Teknik Informatika
  14. Muh. Mushawwir Jamaluddin - MAS Rahmatul Asri Enrekang -Psikologi
  15. Ashabul Kahfi Susanto-MA Rahmatul Asri Enrekang-Ilmu Komunikasi
  16. Ilham Mansur - SMA 5 Rahmatul Asri Enrekang =Hubungan Internasional
  17. Arifyuddin Azis - MA Rahmatul Asri Enrekang- Falsafah dan Agama
  18. Muhammad Fadly - SMA N 2 Tinggi Moncong - Gowa Ilmu Komunikasi
  19. Kadafy Ende Putra - SMA N 2 Tinggimoncong Gowa - Teknik Informatika
  20. Reski Wulandari - SMA N 1 Majene - Teknik Informatika
  21. Sitti Arafah - MA Aisyiyah Makassar - Teknik Informatika
  22. Rahmaniar- MA Aisyiyah Cabang Makassar - Manajemen
  23. Aulia Afriani Mustamar -SMA N 2 Makassar -Hubungan Internasional
  24. Andi Lulu Purnamasari - SMA Ummul Mukminin Makassar- Hubungan Internasional
  25. Nurfaika Ishak - SMA N 1 Makassar -Hubungan Internasional
  26. Hidayatullah Yunus - SMK N 1 Pinrang - Hubungan Internasional

Kami ucapkan selamat bagi siswa-siswi yang berhasil mengikuti tahap seleksi interview dan memerhatikan :



KETENTUAN BAGI SISWA YANG AKAN MENGIKUTI INTERVIEW


  1. Konfirmasi Kesediaan Interview



  • Siswa yang berhasil mengikuti proses seleksi interview, akan menerima sms dari panitia dan WAJIB membalas sms tersebut serta mengirimkan surel kesediaan ke alamat surel: muna.pratiwi@paramadina.ac.id


  • Format sms dan surel sebagai berikut:

    Nama lengkap (spasi) Kota Interview (spasi) Bersedia / Tidak Bersedia
  • Contoh:
Rizal Muttaqin Bandung Bersedia
  • Konfirmasi kesediaan melalui sms dapat dilakukan SETELAH menerima sms dari panitia (081513464xxx dan 081227632xxx )

  • Konfirmasi kesediaan melalui surel dapat dilakukan pada hari Senin, 16 Mei 2011.

  • Batas waktu konfirmasi kesediaan interview, paling lambat Jumat, 20 Mei 2011, pukul 16.00 WIB.

  • Panitia tidak akan merespon surel dan sms kesediaan untuk mengikuti seleksi tahap kedua dari peserta.


  1. Teknis Interview


  • Interview akan dilakukan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan ( TIDAK MELAYANI PERPINDAHAN KOTA INTERVIEW).

  • Siswa diharapkan hadir 15 menit sebelum proses seleksi tahap kedua dimulai.

  • Siswa diwajibkan membawa :

    • Raport asli
    • Bagi lulusan tahun 2011: Surat Tanda Kelulusan (wajib dibawa), Ijazah asli dan Nem asli (jika sudah keluar)
    • Bagi lulusan tahun 2010 ke bawah: Ijazah asli dan NEM asli
    • Hasil karya bukti prestasi/keahlian yang telah dituliskan pada formulir aplikasi (sertifikat asli)
    • Tanda pengenal (KTP/SIM/Passport) asli
    • Alat bantu untuk membuktikan keahlian atau bakat yang dimiliki, jika diperlukan

(Semakin banyak kelengkapan berkas asli yang dibawa akan menjadi nilai tambah, kami tidak akan melakukan proses interview apabila peserta tidak dapat melengkapi berkas yang telah disebutkan di atas)


  • Setiap siswa yang datang untuk mengikuti seleksi tahap kedua akan mendapatkan biaya transportasi.

  • Pakaian yang digunakan resmi dan sopan.


  1. Bentuk Test



  • Paramadina English Proficiency Test (PEPT)

  • Tes Logika

  • Psikotest

  • Focus Group Discussion (FGD)

  • Interview Paramadina Fellowship 2011

  • Unjuk Bakat


  1. Catatan


  • Proses seleksi Tahap I dilaksanakan oleh Tim Panel PF 2011 dengan mempertimbangkan prestasi akademik dan non akademik.

  • Hasil keputusan Tim Panel PF 2011 tidak dapat diganggu gugat.

  • Universitas Paramadina dan Tim Panel PF 2011 tidak melakukan pemungutan biaya sedikitpun dalam proses seleksi ini.

  • Diharapkan peserta interview memahami ketentuan yang telah ditetapkan dengan sebaik-baiknya sehingga pihak kami tidak melayani pertanyaan via telepon, surel maupun sms.




Salam,




Tim Panel Paramadina Fellowship 2011

Wednesday, May 11, 2011

Tacit Knowledge : Belajar Bersepeda Sebagai Proses Belajar Paling Sukses



Dikutip dari Pak Yanuar Nugroho (@yanuarnugroho) dan Pak Q. K. Dikara Barcah (@qk_dikara)
Dalam hierarki pengetahuan (knowledge hierarchy), tacit knowledge menempati urutan pra-logical, yaitu ia ada sebelum yang lainnya ada. Dalam pengetahuan selalu saja ada hal yang menjadi tidak terukur. Dalam Tacit Dimension (1967:4), dikatakan bahwa:

we can know more than we can tell


Dalam Oxford Advanced Learner's Dictionary disebutkan bahwa tacit merupakan that is suggested indirectly or understood, rather than said in words.


Sederhananya, tacit knowledge merupakan pengetahuan yang lebih terasa apabila dipraktikan. Kita bisa ambil contoh dalam pengetahuan bersepeda. Seseorang yang belajar sepeda akan lebih menguasai pengetahuan tentang bersepeda apabila ia sendiri belajar langsung dengan mengayuhnya. Hal ini berbeda apabila orang tersebut disuruh membaca manual bersepeda. Sebagus apapun manual tersebut, pengetahuan bersepeda tetaplah merupakan tacit knowledge.


Conoh lain kita bisa ambil dalam hal memasak. Andaikata ada 500 orang yang memasak spagethi dari suatu buku resep yang tersedia, akan dihasilkan 500 rasa spagheti yang berbeda. Mengapa demikian? Karena ada dimensi tacit knowledge yang mengiringi suatu resep maskan. Hal ini dibuktikan dengan embel-embel “secukupnya” : garam secukupnya, kecap secukupnya, mayonaise secukupnya. Untuk memeroleh takaran secukupnya ini hanya bisa diperoleh melalui tacit knowledge, yaitu melihat dan mempraktikan sendiri proses memasak tersebut. Proses trensfer of knowledge dari tacit knowledge sendiri bersifat sosialisasi dan tanpa terjadi adanya proses.


Dapatkan Pengetahuan Dikodifikasi?


Apakah pengetahuan dapat dikodifikasi?Sebelumnya kita harus merujuk sesuatu itu disebut pengetahuan. Misalkan ada subyek S dan objek O. Subjek S memiliki pengetahuan O dan dapat dikatakan pengetahuan apabila

  1. O bersifat benar

  2. S menyatakan bahwa O itu benar

  3. S memiliki justifikasi yang valid bahwa O itu benar

Justifikasi valid ini menuntut adanya metode pembuktian yang benar, bisa sesuai secara empiris ataupun secara sense umum.


Pengetahuan dapat dikodifikasi apabila sebagian besar orang yakin dengan tepat bahwa O bersifat benar.


Dalam tacit knowledge, pengetahuan yang ada bisa berbeda-beda tiap daerah. Mungkin saja kita katakan pedas secukupnya adalah tiga cabe rawit bagi orang Indonesia, sementara orang India menganggap itu berlebihan


#bikinlidahpanas



Oleh karenanya, tacit knowledge tak bisa dikodifikasi.


Bagaimana Cara Belajar yang Baik?


Bicara kemampuan bersepeda sebagai
tacit knowledge, saya teringat dengan model diagram belajar sukses dari bersepda. Bersepda merupakan proses belajar yang paling sukses karena meskipun sudah bertahun-tahun sudah meninggalkan sepeda, seseorang tidak akan pernah lupa dengan cara bersepeda karena kemampuan ini sudah mengendap dalam alam bawah sadar. OK kita akan melihat model diagram belajar ini.

Mari sama-sama kita membayangkan ketika kita belajar bersepeda ketika kita kecil. Kalau merasa tidak bisa membayangkan, kita ambil korban saja deh si Otong


Tahap 1


unconscious & incompetent


Tidak sadar & Tidak Bisa”


Ketika Otong lahir ke dunia, yang mana masih imut-imut seperti itu tentunya Otong awalnya tidak tahu bahwa ada dinamakan makhluk sepeda, bagaimana bentuknya, terbuat dari apa, untuk apa fungsinya dan lain sebagainya karena tidak tahu sama sekali tentulah kita tidak bisa mengendarainya. Hal ini jelas dong bro! Ini merupakan tahap pertama dari pembelajaran: Tidak Sadar dan Tidak Bisa.


Tahap 2


conscious & incompetent


Sadar & Tidak Bisa”


Kemudian, si Otong mulai mengenal si sepeda ini dari berbagai sumber. Bisa nonton TV, liat temennya, liat kakaknya atau liat di gudang. “Hmm, aneh sekali ya, besi beroda dua bisa berjalan seperti ini?”, gumam Otong. Nah, pada tahapan ini Otong sudah berada satu tahap lebih maju, yaitu dia sadar dengan eksistensi sepeda. Sedangkan dia tidak mampu menggunakannya.


Tahap 3


conscious & competent


Sadar & Bisa”


Godaan makhluk sepeda pun membuat Otong tak bisa menahan diri. Dalam benaknya muncul bayangan-bayangan indah bahwa sepeda itu bisa membawanya kemanapun ia pergi, bahwa sepeda itu bisa memuaskan hasrat bermain bebas untuknya dan bahwa sepeda itu sangat menyenangkan. Didorong oleh keinginan yang kuat dan visi ke depan yang jelas, Otong pun memaksakan diri berlatih sepeda. Jatuh bangun berdarah-darah adalah KONSEKUENSI LOGIS dari proses belajar sepeda tersebut. Namun, karena KEINGINAN BELAJAR yang LEBIH KUAT, hal tersebut bukan menjadi masalah berarti. Setiap pagi, setiap bangun dari tidur yang dipikirkan adalah BELAJAR SEPEDA! Akhirnya Otong pun bisa mengendarai sepeda.


Tahap 4


unconscious & competent


Tidak Sadar & Bisa”


Mungkin pembaca agak terheran dengan tahap ini. Tenang dulu, Otong kali ini setiap naik sepeda sudah tidak lagi memikirkan BAGAIMANA CARA naik sepeda, BAGAIMANA cara berbelok yang benar, tetapi Otong sudah memikirkan KE MANA sekarang kita bersepeda. Otong bersama teman sudah riuh dengan sepedanya, apaagi ayahnya sudah membelikan sepeda baru karena Otong sudah panda bersepeda. Pada tahap ini pengetahuan bersepeda Otong sudah mengendap di alam bawah sadar karena proses bersepeda yang BERULANG-ULANG sehingg menjadikannya HABIT. Hasilnya, kemampuan bersepeda ini tidak akan hilang meski duah puluhan tahun lamanya.


Belajar bersepeda sekali lagi merupakan proses belajar yang paling berhasil. Nah pertanyaannya, mengapa proses belajar kita di sekolah atau di pengajian atau di pesantren atau di kampus tidak seberhasil sebagaimana kita bersepeda? Lihatlah ternyata bahwa kita terlalu lama bolak-balik di antara tahap 2 atau tahap 3. Banyak hal yang bisa menyebabkan ini, tetapi yang sangat jelas adalah bahwa proses belajar tadi tidak diiringi KEINGINAN yang kuat dan pengaharapan yang tinggi bahwa belajar itu harus berdarah-darah, belajar itu harus berkorban, belajar itu harus capek. Anak yang belajar bersepeda tidak pernah memikirkan lututnya yang berdarah, ia hanya memikirkan kondisi saat ia sudah bisa bersepeda. Akhirnya keinginan ini memberikan efek luar biasa bahwa bersepeda menjadi habit dan masuk ke alam bawah sadar. Ingat kawan, ketika berbicara dengan diri sendiri untuk merefleksikan diri, dari 65.000 kali kita merefleksi diri, hanya 3%nya yang bersifat positif. Kebanyakan hanya pembicaraan “Ah, malas” “Ah, besok saja” “Dosennya kan baik” “Gak penting banget upacara hari Senin”, dan sugesti negatif lainnya.


So, tugas kita adalah BAGAIMANA membuat belajar itu menjadi proses yang menyenangkan. Melepaskan semua syarat-syarat kebahagiaan sesaat karena pada dasarnya manusia ingin bebas dari tanggung jawab, dan belajar itu adalah tanggung jawab.


Wallohu a'lam



Tuesday, April 12, 2011

Menyelamatkan Daftar PPA di Ubuntu

Duh, dah lama bener aku gak pernah update ni blog. Bukan apa-apa, semakin lama perasaaan semakin perfeksionis, jadi agak takut juga kalau artikelnya tidak bermutu (emang selama ini bermutu gitu, hua!!)

Ya udah, jangan lama-lama curhatnya. Langsung aja. Temen-temen pengguna Linux Ubuntu dan keturunan/saudaranya. Saudara selinux dan se-GNU, ketika kita fresh install, kemungkinan besar PPA yang telah kita tambahkan sejak zaman Fir'aun sampai sebelum dipasang ulang hilang. Nah, untuk menghindari kemalasan terlalu banyak mengetik sudo add-apt-repository ppa:nama-ppa/contoh, ada cara mudah untuk mengembalikan daftar lumbung yang sudah kita tambahkan.


  1. Silakan buka terminal terdekat, ketik

    sudo nautilus /etc/

  2. Masukkan sandimu

  3. Mampatkan folder apt beserta isinya, klik kanan->Compress misalnya nama berkas mampatannya 'apt.tar.gz'

  4. Salin berkas 'apt.tar.gz' ke tempat yang aman

  5. Silahkan sekarang pasang ulang Ubuntu kamu.

  6. Dengan hak root, hapus folder /etc/apt

  7. Ekstrak berkas 'apt.tar.gz' tadi ke folder /etc

    # tar xzvf apt.tar.gz

  8. Mutakhirkan daftar lumbung kamu

    # apt-get update

  9. Pasang pembaruan yang tersedia

    apt-get dist-upgrade

Sunday, March 20, 2011

Mengukir Masa Depan Mereka: Kisah Sosialisasi Paramadina Fellowship 2011

Pulang, aku harus pulang!”, begitu gumamku di dalam hati. Hari Sabtu itu kulihat merah di kalender buku akademik mahasiswa. Hari Nyepi, ini kesempatanku karena aku selama seminggu di semester IV ini hanya punya libur Kamis dan Jum'at. “Kenapa tak pulang saja ke Tasikmalaya?”, pendapatku dalam hati.


Memang aku akui aku bergegas pulang untuk melepas kerinduan pada ayah dan bunda karena sudah selama hampir lima tahun ini aku selalu hidup melanglang buana: SMA di Bandung dan sekarang di Jakarta. Tidak jauh sih, tapi selalu ada saja penyakit “homesick” yang melanda hati.


Agenda lain yang aku punya dalam rangka pulang ini adalah membayar kesalahan. Aku merasa berdosa sekali, dosa ini selalu terngiang-ngiang dalam hati dan pikiran “Ah, betapa naif dan egoisnya aku ini tidak mau membantu orang lain!”, pikirku. Aku merasa sangat bersalah ketika harus mengakui pada liburan semester III kemarin aku tak sedikitpun melakukan sosialisasi Paramadina Fellowship 2011. Sementara aku tahu, betapa banyak ratusan pelajar atau lulusan SLTA sekarang yang memiliki potensi besar, otak yang cerdas namun tidak pernah tahu tentang beasiswa ini. Ya, walaupun sekarang zamannya Internet, tetapi alamak, pengguna Internet kita kan tahun 2010 saja hanya mencapai 30 juta jiwa dari kurang lebih 240 juta jiwa dengan tinngkat penetrasi yang hanya mencapai 12,3% (http://internetwoldstats.com), dan lebih-lebih di kampungku itu, aku yakin penetrasinya sedikit sekali.


Sementara tahun lalu, masih berbekas di kepalaku aku sampai naik sepeda sewaan -karena alasan SIM dan kelengkapan administrasi sepeda motor-, sampai mati-matian masuk ke dalam hutan, menyusuri jalan berkerikil dan bolong-bolong hanya untuk menyampaikan, ini lho ada beasiswa dari para dermawan-dermawan Indonesia yang peduli akan masa depan bangsa.


Pada liburan yang hanya tiga hari itu, aku memutuskan untuk memberikan informasi emas ini hanya pada sekolah yang memiliki probabilitas terbesar, sekolah yang memiliki reputasi baik dan terbukti tahun kemarin mampu lolos ke tingkat wawancara. Dari sekitar sepuluhan sekolah itu (aku lupa pastinya berapa), hanya ada satu sekolah yang mampu lolos dan menurutku sangat potensial, yaitu SMA Terpadu Riyadlul 'Ulum Wada'wah, atau yang lebih dikenal dengan SMA Condong Tasikmalaya. SMA ini merupakan SMA yang bagus yang memasukkan kurikulum gabungan dengan suasana kampus yang kental sekali dengan aroma pesantren. Walaupun pesantren, tetapi sudah mampu tampil modern, terlihat dari “pencontekannya” terhadap Pesantren Gontor.


Dengan 'azzam yang mantap, aku pinjam sepeda Spin kakakku. Walaupun ragu, karena baru pertama ini aku memakai sepeda motor matic. Tak apalah, sembari belajar. Perjalanan hanya memakan waktu setengah jam untuk bisa sampai ke SMA Condong ini. Agak kikuk juga, karena harus membiasakan diri memakai dua rem. Yah, di tengah jalan di daerah Saripin perjalananku terhambat karena adanya arak-arakan “samenan” (acara naik kelas tahunan), membuat molor. Alhamdulillah sampai juga di tujuan.


Kedatanganku disambut hangat oleh Dinan, siswa kelas 6 yang tertarik untuk menjajal Paramadina Fellowship ini. Duh, senangnya saat bisa menginjakkan kaki di tanah pesantren yang mengingatkanku kembali dengan kehidupan boarding school-ku semasa SMA dulu yang setengah pesantren setengah militer. Yasud, aku diajak untuk naik ke kelas IPA di lantai 2. Hmmm, kuhirup kerifan pesantren sangat lekat: baju koko, asrama dan muhadatsah! Hoho, damai sekali sepertinya.


Saat masuk, kulihat hijab di kelas. Ya, memang kelasnya difragmentasikan untuk akhwat dan ikhwan. Tapi saat itu tidak seperti tahun kemarin ketika aku sosialisasi di sekolah tersebut, tidak ada Ustadz yang menemani. So, cukup beralasan kalau ada seorang siswa yang membuka hijab tersebut, nakal juga!


Interaksi

Dengan ditemani minuman teh botol Sosro di depan mata, pembeberan tentang Paramadina Fellowship ini berjalan sangat menarik. Audiens yang semuanya kelas 6 (kelas 12 SLTA, mereka nyantri dari “kelas 1 SMP” sampai “kelas 6 SMA”) terlihat sangat antusias Beberapa pertanyaan muncul dari audiens. Namun sayangnya, tak ada satupun pertanyaan jitu dari pihak putri. Ketika aku nyeletuk pake Basa Sunda, hanya sepenggal pertanyaan ini yang terlontar dari siswi:


Eh, Aa urang mana nya?”

Artinya : “Eh, Kakak orang mana ya?”


Padahal aku sangat menginginkan sekali berita ini tersampaikan sepenuhnya, tak ada yang terpenggal satu pun demi mendukung dan membekali mereka nanti tatkala proses seleksi berlangsung. Entah kenapa dan mengapa bagaimana kumaha, sepertinya para putri itu memendam pertanyaan di hati yang tak lekas dilidahkan. Terbukti, setelah presentasi selesai dan aku sudah meninggalkan kelas, ada satu orang yang menghubungiku untuk menanyakan sesuatu tentang Parmadina Fellowship ini, dasar! Mengapa gak dari tadi gitu. Tapi tak apa-apalah, lillah aku bersedia.


Satu hal yang menggelitik, selain terhadap Paramadina Fellowship tersebut, ternyata mereka ingin sekali mengetahui bagaimana menjadi seorang mahasiswa itu. Maksudku, sistem belajarnya seperti apa, penilaiannya, suasana kampusnya. Mungkin sama juga seperti aku dahulu yang sangat ingin mengecap bangku perguruan tinggi. Maklum, menurut pengakuan mereka, para alumni yang kuliah ke luar jarang sekali melakukan sharing tentang dunia perkuliahan.


Serasa melepaskan tas berat di punggung. Aku sangat senang sekali setelah presentasi itu selesai. Besar harapanku, walaupun satu orang saja, ada yang bisa lolos tembus hingga menjadi mahasiswa fellow 2011. Itu merupakan sumbangsih yang bernilai sangat besar bagiku. Serasa ikut serta mengukir masa depan mereka, masa depan anak-anak muda. Aku juga tak lupa berpesan pada mereka untuk menyampaikan informasi ini kepada lulusan SLTA sederajat yang usianya masih memungkinkan untuk mencoba beasiswa ini. Beasiswa yang mengantarkan aku menjadi aku yang sekarang. Hmmm, kumohon pada-Mu Ya Rabb, kabulkanlah.


Kepulanganku ke rumah terhenti akibat hujan deras yang mengguyur selama hampir tiga jam. Dari Dzuhur sampai Ashar aku menunggu di masjid sekolah. Ya, sedikit obrolan ringan dengan Dinan mengenai belajar Bahasa Arab, penggunaan ponsel yang dilarang, dan Paramadina tentunya. Aku banyak menceritakan bagaimana kehidupan asramaku yang ternyata tak jauh berbeda dengan mereka. Jadi rindu rasanya.


Mata langit pun kering sudah, aku bergegas pulang. Kali ini aku mengambil jalur lain yang lebih curam dan terjal jalannya. Agak takut juga, was-was kalau sepeda motor “ompong” ini tak mampu menanjak sementara langit kembali menggerimis. Fiuh!


Di daerah kampung Depok, hujan kembali turun deras. “Yah, bajuku harus dibawa basah tentunya”, pikirku. Tiba-tiba di belokan ada beberapa ayam yang melintas. Sontak aku menarik rem kanan karena kebiasaan sepeda motor bergigi. Lantaran hujan, berkerikil dan dadakan, aku pun terjatuh ke pinggir jalan. Sepeda motor pun aku lepaskan. Perih tentunya karena beberapa kerikil menghujam tanganku. Darah keluar, keperihanku diamini oleh air hujan. Ckckck musibah, musibah. Spion sepeda motor pun jadi korban.


Ah, kembali ke Ibukota membawa sedikit luka fisik di tangan dan pakaian basah. Tapi tak apalah, daripada aku harus menahan luka bersalah tidak memberitakan kabar baik ini kepada orang yang tepat. Mudah-mudahan sekali tahun ini Paramadina Fellowship akan lebih kompetitif lagi sehingga dihasilkan mahasiswa fellow yang lebih berakhlak, potensial dan mampu menjadi agent of change bangsa ini. Nah, demikian pembaca yang budiman semoga kita bisa mengambil banyak hikmah dari ceritaku ini.


Wallahu A'lam Bishshowab